Selasa, November 11, 2008

just...


aku terkungkung, dalam sistem yang tak tertembus
aku terkurung, dalam lingkaran yang tak berujung
aku hanya ingin berjalan semauku, berlari sesukaku
dan membuat lompatan semampuku
aku hanya ingin mengejar imajinasiku, dan idealismeku
tanpa harus terikat aturanmu

aku hanya ingin bebas
aku hanya ingin merdeka
dari belenggumu

hanya ingin dunia ala ku,
tanpa intervensi busukmu

Rabu, November 05, 2008

bukan kita




kau dan aku, tapi bukan kita
kau dan aku berjalan, tapi tidak sejalan
sama-sama berjalan, tapi tidak berjalan bersama
kau dan aku entah mengapa
tidak mampu terangkai
tidak mampu kupahami
tidak mampu kuingini

meskipun terangkai kau dan aku
tetap bukan kita

Minggu, September 14, 2008

sempurna



dalam sunyi dan penat, aku menabung kerinduan
rinduku pada senja hari saat kau melukis segaris senyum di bibrmu
rinduku pada teduh tatap mata yang menenangkan debur di sudut batinku
rinduku pada sosokmu yang membuatku mengaduk seluruh kenangan..
kenangan yang telah menjadi karat, menempel di tempurung kepalaku
rinduku ini menggemuruh, menggetarkan sel-sel kelabu
dan jika bejanaku telah penuh berkeping rindu, kubiarkan meluruh meluap memenuhi rongga-rongga di setiap inchi tubuhku, melemahkanku
dan berharap kau akan datang menyeka rinduku
seperti ombak yang menggulung pantai

dan ketika malam beranjak larut,
sebelum aku pergi ijinkan aku
menikmati seri yang mengembang di parasmu

=========================================================
kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah

Every time I think of you
I get a shot right through into a bolt of blue
Its no problem of mine but its a problem I find
Living a life that I cant leave behind
Theres no sense in telling me
The wisdom of a fool wont set you free
But thats the way that it goes
And its what nobody knows
And every day my confusion grows
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
Im waiting for that final moment
Youll say the words that I cant say

Kamis, April 24, 2008

episode hidup

penggal jalan itu jadi saksi bisu
sbuah harapan dan perjuangan
atas realita dan suratan

dan jiwa di sana coba menguntai hidup
membangun kerajaan rapuh
dengan harapan yang tak pernah utuh
dengan juang yang tak pernah cukup


jiwa yang lugu tak pernah sadari politik keji
yang ia pahami hanyalah takdir

uji yang entah kan berakhir

jiwa itu tak pahami
di sana ada sang raja

yang titahnya adalah lonceng kematian

merdu suaranya adalah nyanyian kesedihan
tawanya adalah denyut penderitaan
tangannya bagai gurita pemangsa
buah pikirnya bagai sarang laba-laba

sang rajalah dalang
dan si jiwa hanya anak wayang
di atas pentas hidup mainkan peran redup

si jiwa lugu tak jua peduli
walau jalannya terintang duri
meski skenarionya mengoyak yang teruntai
ia pahami hanyalah takdir
uji yang entah kan berakhir

Kamis, April 17, 2008

Pulang ke keabadian

Jalan itu tak ada ujung, lelah kususur
Lorong gelapnya sisakan penat dalam hidupku
Cadas permainan buatku rakus dan silap
Aku lelah terinjak dan menginjak

Di riuh runyam lingkaran setan jiwaku rasa hilang sukma, kosong
Jalan itu tak ada ujung, aku majnun

Sedu ku meruah, impikan meraih makrifat
Rinduku mengembara, merangkak ke arupadatu
Menuntunku tuju semayam batara mesias
Tapi aku terhempas
angin ambingkanku bagai layangan




Sudah lelah kembaraku di untaian buana fana
Wangsa emas pudar terbang tinggalkan semburat buram
Lirih rintih senandung alam sunyi memanggilku
dan nyanyian izrail mengajakku pulang ke keabadian

tubuhku menggigil, sambut uluran gabriel menuntunku
melayang ringan, menjejak bentangan permadani suci terulur

Butir kemilau berhambur lumuriku, cahaya bianglala membingkaiku
Semerbak ratus sesaki penciumanku,

kulihat sayup aku melebur moksa
Kutapaki ribuan tangga terjulur
Menuju kesempurnaan dalam keabadian