Senin, November 17, 2008

Semangka


Apakah anda pernah menerima dan menginginkan hadiah..? bagaimana kalau hadiah tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita... mungkin anda akan membuangnya, atau memberikan kepada orang lain.. ..


SEMANGKA

Ada seorang pelayan yang mengabdi kepada tuannya dengan segenap hati, bekerja dengan giat dan selalu menyenangkan hati tuannya.. Tuannya sangat sayang pada sang pelayan. dia ingin menguji sekaligus memberikan hadiah kepada pelayan setia itu dengan barang-barang berharga seperti emas dan intan, tetapi dimasukkan dalam buah semangka...,

Tuannya berkata, hai pelayan yang setia karena jerih payahmu aku berikan engkau hadiah sebuah semangka.... sang pelayan yang tidak tahu bahwa didalam semangka itu terdapat emas dan intan menjadi sangat kecewa.. dia merasa diperlakukan semena-mena oleh tuannya, jerih payahnya tidak dihargai...

Dia pulang dengan wajah sedih dan bersungut-sungut dan menyesal... mengapa saya harus bekerja giat kalau hanya mendapatkan bayaran semangka... dalam kesedihan dan perjalanan pulang kerumah .. maka DIA BERFIKIR DARI PADA HANYA MEMBAWA SEBUAH SEMANGKA LEBIH BAIK KUTUKAR DENGAN NASI SATU BUNGKUS DAN TEH SATU GELAS .. ( Mungkin mau buka puasa kali..)

DAN AKHIRNYA DIA TIDAK PERNAH MENDAPATKAN APA-APA SELAIN KEKECEWAAN, BERSUNGUT-SUNGUT DAN KEMARAHAN..Justru orang yang tidak tahu ( penjual nasi) mendapatkan rejeki nomplok karena semangka tersebut berisi emas dan intan...

Sahabat,

Kadang kita merasa bahwa kita sudah memberikan yang terbaik dalam tugas dan tanggungjawab kita.. tetapi apa yang kita dapatkan sepertinya tidak sesuai dengan jerih lelah kita.. bahkan mendapat masalah.. tapi tunggu dulu !!! jangan jangan TUHAN SEDANG MEMBUNGKUS HADIAH ITU dengan kertas kado yang namanya masalah dan tekanan....sebenarnya kita tinggal selangkah lagi mendapatkan hadiah itu.. tetapi kita keburu menyerah dan menukarnya dengan hal-hal yang tidak berarti.....( bersungut-sungut, putus asa, bila lebih parah lagi bisa menyalahkan orang disekitar kita.. bahkan TUHAN...)

Jadi kalau anda mendapatkan KADO yang tidak menyenangkan ingatlah... jangan-jangan dibalik itu ada intan dan berlian...atau anda kecewa selamanya...!!!


_diposting dari mail seorang kawan_ ^_^

Pemimpin yang mampu mendengar


Kita semua adalah pemimpin, entah dalam kapasitas sedang, tengah atau sebagai pemimpin keluarga.. Mungkin cerita dari Tiongkok ini akan mengajari kita sebagai seorang pemimpin yang mampu mendengar..



PANGERAN CAU CHAN

Adalah Raja Zhao yang memerintah sebuah kerajaan di abad ketiga, mengirim putranya pangeran Chao Chan untuk berguru pada Pan Ku agar kelak menjadi pemimpin besar pengganti ayahnya. Pan Ku membawa Cau Chan untuk tinggal satu bulan ditengah hutan. untuk belajar mendengar suara alam.

Satu bulan kemudian Pan Ku datang menjenguk sang pangeran di dalam hutan dan bertanya: "Katakanlah, selama sebulan di hutan ini suara apa saja yang sudah kau dengar?"

"Guru," jawab pangeran, "Saya telah mendengar suara kokok ayam hutan, jangkrik mengerik, lebah mendengung, burung berkicau, serigala melolong...." dan masih banyak suara-suara lainnya yang disebutkan oleh Chao Chan.

Usai pangeran Chao Chan menjelaskan pengalamannya, guru Pan Ku memerintahkannya untuk tinggal selama tiga hari lagi untuk memperhatikan suara apa lagi yang bisa didengar selain yang telah disebutkannya. Untuk kesekian kalinya Chao Chan tidak habis mengerti dengan perintah sang guru, bukankah ia telah menyebutkan banyak suara yang didengarkannya?

Chao Chan termenung setiap hari namun tetap berpikir keras ingin menemukan suara yang dimaksud oleh Pan Ku, tetapi tetap saja tidak menemukan suara lain dari yang selama ini sudah didengarnya.

Pada hari ketiga menjelang matahari terbit, Chao Chan bangun dari tidurnya kemudian duduk bersila di rerumputan dan mulailah bermeditasi. Dalam kesunyian itulah sayup-sayup Chao Chan mendengar suara yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya.

Semakin lama suara itu semakin jelas, dan saat itulah Chao Chan mengalami pencerahan. "Pasti inilah suara-suara yang dimaksud guru." teriaknya dalam hati.

Akhirnya tanpa menunggu Pan Ku datang mengunjunginya, sang pangeran bergegas kembali ke kuil untuk melaporkan temuannya.

"Guru", ujarnya "Ketika saya membuka telinga dan hati saya lebar-lebar, saya dapat mendengar hal-hal yang tak terdengar seperti suara bunga merekah, suara matahari yang memanaskan bumi dan suara rumput minum embun pagi."

Pan Ku tersenyum lega seraya manggut-manggut mengiyakan, lalu katanya:
"Mampu mendengarkan suara yang tak terdengar adalah pelajaran wajib yang paling penting bagi siapapun yang ingin menjadi pemimpin yang baik."

"
Karena, baru setelah seseorang mampu mendengar suara hati pengikutnya, mendengar perasaan yang tidak ter-ekspresikan, kesakitan yang tak terungkapkan, keluhan yang tidak diucapkan, maka barulah seorang pemimpin akan paham betul apa yang harus dilakukannya.
Sahabat...
Hiruk pikuknya perusahaan, perkembangan jaman yang begitu cepat dan masalah yang sangat komplek sering kali membuat kita panik.. sehingga kita lupa MENDENGAR YANG SEHARUSNYA KITA DENGAR...
Seorang pemimpin akan menjadi berbahaya bila dia sudah kehilangan sentuhan hati nurani, kepedulian kepada lingkungan sekitar dan tidak bisa membaca tanda jaman. dia hanya menjadi seorang pemimpin yang egois dan mementingkan diri sendiri...


-diposting dari mail seorang kawan- ^_^

Selasa, November 11, 2008

just...


aku terkungkung, dalam sistem yang tak tertembus
aku terkurung, dalam lingkaran yang tak berujung
aku hanya ingin berjalan semauku, berlari sesukaku
dan membuat lompatan semampuku
aku hanya ingin mengejar imajinasiku, dan idealismeku
tanpa harus terikat aturanmu

aku hanya ingin bebas
aku hanya ingin merdeka
dari belenggumu

hanya ingin dunia ala ku,
tanpa intervensi busukmu

Rabu, November 05, 2008

bukan kita




kau dan aku, tapi bukan kita
kau dan aku berjalan, tapi tidak sejalan
sama-sama berjalan, tapi tidak berjalan bersama
kau dan aku entah mengapa
tidak mampu terangkai
tidak mampu kupahami
tidak mampu kuingini

meskipun terangkai kau dan aku
tetap bukan kita

Minggu, September 14, 2008

sempurna



dalam sunyi dan penat, aku menabung kerinduan
rinduku pada senja hari saat kau melukis segaris senyum di bibrmu
rinduku pada teduh tatap mata yang menenangkan debur di sudut batinku
rinduku pada sosokmu yang membuatku mengaduk seluruh kenangan..
kenangan yang telah menjadi karat, menempel di tempurung kepalaku
rinduku ini menggemuruh, menggetarkan sel-sel kelabu
dan jika bejanaku telah penuh berkeping rindu, kubiarkan meluruh meluap memenuhi rongga-rongga di setiap inchi tubuhku, melemahkanku
dan berharap kau akan datang menyeka rinduku
seperti ombak yang menggulung pantai

dan ketika malam beranjak larut,
sebelum aku pergi ijinkan aku
menikmati seri yang mengembang di parasmu

=========================================================
kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah

Every time I think of you
I get a shot right through into a bolt of blue
Its no problem of mine but its a problem I find
Living a life that I cant leave behind
Theres no sense in telling me
The wisdom of a fool wont set you free
But thats the way that it goes
And its what nobody knows
And every day my confusion grows
Every time I see you falling
I get down on my knees and pray
Im waiting for that final moment
Youll say the words that I cant say